Friday, October 10, 2008

Ramadhanku kali ini.. BEDA!

Beda?, ya iyyalaah.. masa ya iya dong (duh latah :p)
Ramadhan kali ini hanya 12 hari pertama saya menjalankan ibadah shaum. Soalnya kali ini saya memiliki kewajiban untuk menyusui Khayla yang usianya masih 4 bulan. Saya berusaha sekali untuk memberikan ASI eksklusif hingga usianya mencapai 6 bulan, insyaAllah. 
Pada awal Ramadhan sebenarnya tidak ada masalah dengan Khayla terkait dengan ibadah shaum yang saya jalankan. Tapi mulai lewat 10 hari pertama, Khayla mulai menunjukkan perubahan, jadi sedikit/agak rewel. Lama menyusui menjadi lebih panjang, mungkin karena kandungan ASI pada saat itu ia rasakan berbeda dengan sebelumnya. Memang seharusnya menyusui tidak menghalangi kita untuk beribadah shaum, asalkan asupan makanan cukup dan gizi seimbang. Pola makan hanya digeser, yaitu pada saat sahur, setelah berbuka, dan malam setelah tarawih atau menjelang tidur. Permasalahan sebenarnya ada pada diri saya yang tidak terbiasa (dan mungkin tidak bisa) makan dua kali di malam hari.. jadinya mungkin kandungan kalori dan gizi menurun. Selain itu saya seringkali ketiduran (lagi-lagi), sehingga tidak sempat menambah kalori, setidaknya mengemil..
Rutinitas sehari-hari selama ramadhan adalah mengasuh Khayla, aktivitas perkuliahan, dan juga asistensi. Sebenarnya biasa-biasa saja, tapi karena aktivitas menyusui cukup menguras energi, kondisi badan terkadang tidak fit benar..sehingga gampang sekali kelelahan.. (itulah sebabnya kenapa seringkali ketiduran :p) 
Semoga Allah menerima amalan ibadah saya yang sederhana di bulan Ramadhan ini.. Aamin..

Menjadi Istri, Ibu, dan Mahasiswa

Hari ini sudah kurang lebih setahun empat bulan saya menjalani peran sebagai seorang istri...hampir lima bulan menjadi ibu..dan jalan semester tiga menjadi mahasiswa s2. Suatu jalan hidup yang tidak terbayangkan sebelumnya.. 
Dahulu, dalam beberapa bulan bahkan beberapa hari sebelum menikah..rasanya tidak terbayang memiliki seorang suami.. setelah menikah, rasa baru muncul, bagaimana jika mempunyai anak.. Sementara jika dilihat dari kesiapan rasanya kok belum siap... apalagi sambil kuliah...
Rasanya... 
Ketika semuanya hanya dirasa-rasa, tidak dijalani, ya begitulah..gak akan maju-maju.. Jalani saja, siapkan diri semampu kita, lalu belajar sambil melakukan (learning by doing gitu..) sambil menikmati prosesnya, insyaAllah kalo kitanya sabar semua akan berjalan dengan  baik. Biidznillah..  
Sewaktu menulis tulisan ini, ada Khayla yang lagi 'menemani' sambil ngoceh ngoceh, narik-narik baju, guling-guling, nyembur-nyembur, hi..hi... Bahagiaaa sekali...bedaa banget rasanya sebelum ada dia.
Setelah ada Khayla ngerjain tugas kuliahan juga jadi disela-sela waktu tidurnya..itu kalo sayanya gak ketiduran :p soalnya sering banget nidurin khayla ampe ketiduran juga..akhirnya tugas-tugas dikerjain sks juga..he..he.. alhamdulillah sampai sekarang gak ada masalah dengan perkuliahan. Malah rasanya semakin bersemangat n semakin berkualitas :)
Ayahnya mana ni? koq dari tadi gak diceritain :p  Ayahnya sejak mei kemarin kerja di Jakarta, jd PJKA (Pulang Jum'at Kembali Ahad)..he..he.. walaupun begitu, saat-saat di rumah benar-benar dihabiskan untuk berinteraksi dengan buah hati tercinta.. (gitu kan mas? :p) apalagi semakin hari rasanya semakin ngegemesin aja Khayla ini.. Walau tidak setiap hari bersama suami, tapi tiada hari tanpa komunikasi... Soalnya komunikasi ini adalah hal yang sangat penting dalam berumah tangga.. (tul kan mas? :D)

Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Setiap yang dihadapi, jalani sebaik mungkin, nikmati dan syukurilah.. insyaAllah semuanya jadi barokah.. ^_^

Monday, June 16, 2008

1st Anniversary


Setahun yang lalu..

16 Juni 2007

Friday, June 06, 2008

Ekspresi

Foto-foto Khayla.. diambil 5 Juni 2008, berarti pas umurnya 18 hari









Imutnya..









Manyun









Tampang gak kontrol :p









Aaaa





Senyum..

Tuesday, June 03, 2008

Buah hatiku, Khaylannisa Azzahra..

Ahad, 18 Mei 2008 telah lahir seorang putri yang kami beri nama Khaylannisa Azzahra. Nama ini pemberian dari neneknya. Khayla artinya cantik, annisa itu wanita, dan azzahra artinya yang bercahaya (ada juga yang mengartikan bunga yang harum, yang cemerlang) selain itu azzahra merupakan gelar yang diberikan kepada Fatimah, putri Rasulullah SAW. Secara harfiah namanya memiliki arti wanita yang cantik dan bercahaya. Secara makna kami berharap Khayla kelak akan mengikuti jejak Fatimah, seorang yang telah membawa kebaikan dan berkah bagi alam semesta, panutan dan cermin bagi segenap kaum wanita, pemudi teladan, istri tauladan dan figur yang paripurna bagi seorang wanita.. Aamin.
Khayla lahir dalam kondisi sempurna, sehat wal'afiat, dengan proses persalinan normal. Beratnya ketika lahir 3,3 kg dan panjangnya 50 cm. Pengalaman melahirkan memang luar biasa. Ketika detik-detik menjelang kelahiran, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh. Sempat terpikir untuk meminta obat pereda rasa sakit, tapi saya khawatir itu akan memberikan efek pada anakku. Lagipula saya ingin benar-benar merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu ketika melahirkan anaknya. Benar-benar sebuah perjuangan! Kehormatan yang luar biasa bagi seorang wanita.
Hari pertama hingga ketiga benar-benar pengalaman yang tak terlupakan bagiku. Tiga hari itu saya tidak dapat tidur karena Khayla terus menangis meminta ASI yang saat itu belum keluar. Saat itu baru ada kolostrum dengan jumlah yang tidak banyak. Hari ketiga badan Khayla sempat panas, 38.5 derajat. Sebagai ibu baru tentunya saya agak panik, dan hanya bisa menangis melihat anakku menangis..kasian anakku.. Keesokan harinya ASI dah mulai keluar dengan jumlah yang lumayan, panasnya turun, Khayla jadi lebih tenang dan tidurnya pun lebih nyenyak.. alhamdulillah..
Tujuh hari setelah kelahirannya diadakan aqiqah dengan menyelenggarakan pengajian, dan tausiyah dari ustadz. Rambutnya dicukur habis, beratnya sekitar 0,9 gram. Untuk hewan qurban kami mempercayakan pada Niaga Ummul Quro untuk mengurusnya. Alhamdulillah semuanya mudah dan lancar.
Di usia sembilan hari tali pusarnya copot, alias puput. Sejak itu saya mulai memberanikan diri untuk memandikan Khayla. Sebelumnya saya meminta saudara untuk memandikan Khayla..soalnya khawatir kena ke tali pusatnya, takut infeksi, dll. Sekalian belajar juga sih, kan baru pertama kali ni jadi ibu :)
Hari ini Khayla baru berusia 16 hari. Beratnya sudah naik 5 ons (setengah kilo) dan panjangnya naik 6 cm (cepet amat ya..). Makannya banyaak banget, jadinya cepet gede :D Senangnya punya anak, walau kadang melelahkan, tapi rasa bahagia lebih besar :)
Welcome to the world my lovely daughter..

Monday, May 21, 2007

Memasuki Awal Kehidupan yang Baru

Menanti detik2 pergantian tahapan hidup emang deg-degan. Karena kurang lebih 2/3 dari masa hidupnya akan dimulai (ini kalo diitung usia rata2 kehidupan manusia 60 thn, n usianya memulai ‘lembaran hidup yang baru’ 20 tahunan). Setelahnya ia mendapatkan setengah diennya dan harus menyempurnakan sebagiannya lagi.. itu merupakan ladang amal yang sangat besar.

Dalam memasuki kehidupan yang baru ada warna dari masing2 pasangan untuk pasangannya.. warna itulah yang harus diakomodasi sehingga menghasilkan warna baru yang lebih indah. Tidak bisa kita memaksa tuk mengubah warna yang berbeda itu menjadi warna yang sama dengan warna yang kita miliki. Justru perbedaan itulah yang membuat segalanya menjadi lebih indah..

Memasuki awal kehidupan itu bukan hanya untuk diri kita atau pasangan hidup kita, tapi juga untuk orang-orang disekeliling kita. Bagaimana dari keluarga yang baru terbentuk itu bisa memberikan warna baru atau bahkan pencerahan bagi orang-orang. Karena dari masing2 individu terdapat kekuatan yang apabila kekuatan itu bersatu seharusnya dapat memberikan sesuatu bagi dirinya dan juga bagi orang lain.

Yaph, selamat memberi dan menerima.. semoga di kehidupan yang baru kelak akan terbentuk sosok-sosok pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya dan terlahir sosok2 yang kelak akan mewarnai dunia lebih indah juga mengantarkan dirinya dan keluarganya menuju negeri akhirat..menuju surgaNya..Aamin..

Sunday, May 20, 2007

Menjadi Diri Sendiri

Kadang kita merasa bersalah telah mengambil beberapa keputusan yang menurut kita baik. Perasaan itu muncul diantaranya karena pendapat orang-orang, baik teman-teman terdekat ataupun orang-orang lain yang mengenal kita. Entahlah.. kalo hidup bergantung pada bagaimana pendapat orang tentang kita maka kita tidak akan menemukan kemandirian dan kemantapan dalam hidup. Memang bukan berarti kita menafikan seluruh pendapat orang yang memberikan masukan pada kita, tapi kita pun harus bisa menghargai keputusan yang telah kita buat. Setiap orang punya pemikiran yang mungkin hanya dirinya sendiri yang mengerti.. dari sinilah kita harus dapat menghargai keputusan yang diambil oleh seseorang mengenai hidupnya.

Menjadi diri sendiri merupakan hal yang tidak mudah, pertama kita harus mengenal siapa dan bagaimana diri kita dan untuk apa kita hidup. Kadang seseorang tidak dapat mengenali dirinya, apalagi berfikir tentang tujuan hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan seseorang selalu gamang dalam mengambil keputusan, terutama keputusan yang berakibat besar dalam kehidupannya kemudian.

Menjadi diri sendiri bukanlah berarti tidak mempertimbangkan masukan dari lingkungannya. Lingkungan sangat berperan dalam membentuk karakter diri. Dan karena kita hidup dalam sebuah komunitas kehidupan (lingkungan), maka kita pun harus belajar dan berinteraksi dengannya. Dalam proses interaksi itu tentunya terjadi proses input-output, permasalahannya adalah kita memerlukan sebuah ’filter’ yang menjadikan kita terjaga dari input2 yang menyimpang dan juga menjaga agar kita tidak menyampaikan output yang tidak sesuai.

Menjadi diri sendiri dapat terasa mudah apabila kita sadar bagaimana jati diri seorang muslim sejati. Pertanyaannya, bagaimanakan jati diri seorang muslim sejati?

Silakan baca bukunya =D