Tuesday, June 03, 2008

Buah hatiku, Khaylannisa Azzahra..

Ahad, 18 Mei 2008 telah lahir seorang putri yang kami beri nama Khaylannisa Azzahra. Nama ini pemberian dari neneknya. Khayla artinya cantik, annisa itu wanita, dan azzahra artinya yang bercahaya (ada juga yang mengartikan bunga yang harum, yang cemerlang) selain itu azzahra merupakan gelar yang diberikan kepada Fatimah, putri Rasulullah SAW. Secara harfiah namanya memiliki arti wanita yang cantik dan bercahaya. Secara makna kami berharap Khayla kelak akan mengikuti jejak Fatimah, seorang yang telah membawa kebaikan dan berkah bagi alam semesta, panutan dan cermin bagi segenap kaum wanita, pemudi teladan, istri tauladan dan figur yang paripurna bagi seorang wanita.. Aamin.
Khayla lahir dalam kondisi sempurna, sehat wal'afiat, dengan proses persalinan normal. Beratnya ketika lahir 3,3 kg dan panjangnya 50 cm. Pengalaman melahirkan memang luar biasa. Ketika detik-detik menjelang kelahiran, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh. Sempat terpikir untuk meminta obat pereda rasa sakit, tapi saya khawatir itu akan memberikan efek pada anakku. Lagipula saya ingin benar-benar merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu ketika melahirkan anaknya. Benar-benar sebuah perjuangan! Kehormatan yang luar biasa bagi seorang wanita.
Hari pertama hingga ketiga benar-benar pengalaman yang tak terlupakan bagiku. Tiga hari itu saya tidak dapat tidur karena Khayla terus menangis meminta ASI yang saat itu belum keluar. Saat itu baru ada kolostrum dengan jumlah yang tidak banyak. Hari ketiga badan Khayla sempat panas, 38.5 derajat. Sebagai ibu baru tentunya saya agak panik, dan hanya bisa menangis melihat anakku menangis..kasian anakku.. Keesokan harinya ASI dah mulai keluar dengan jumlah yang lumayan, panasnya turun, Khayla jadi lebih tenang dan tidurnya pun lebih nyenyak.. alhamdulillah..
Tujuh hari setelah kelahirannya diadakan aqiqah dengan menyelenggarakan pengajian, dan tausiyah dari ustadz. Rambutnya dicukur habis, beratnya sekitar 0,9 gram. Untuk hewan qurban kami mempercayakan pada Niaga Ummul Quro untuk mengurusnya. Alhamdulillah semuanya mudah dan lancar.
Di usia sembilan hari tali pusarnya copot, alias puput. Sejak itu saya mulai memberanikan diri untuk memandikan Khayla. Sebelumnya saya meminta saudara untuk memandikan Khayla..soalnya khawatir kena ke tali pusatnya, takut infeksi, dll. Sekalian belajar juga sih, kan baru pertama kali ni jadi ibu :)
Hari ini Khayla baru berusia 16 hari. Beratnya sudah naik 5 ons (setengah kilo) dan panjangnya naik 6 cm (cepet amat ya..). Makannya banyaak banget, jadinya cepet gede :D Senangnya punya anak, walau kadang melelahkan, tapi rasa bahagia lebih besar :)
Welcome to the world my lovely daughter..

Monday, May 21, 2007

Memasuki Awal Kehidupan yang Baru

Menanti detik2 pergantian tahapan hidup emang deg-degan. Karena kurang lebih 2/3 dari masa hidupnya akan dimulai (ini kalo diitung usia rata2 kehidupan manusia 60 thn, n usianya memulai ‘lembaran hidup yang baru’ 20 tahunan). Setelahnya ia mendapatkan setengah diennya dan harus menyempurnakan sebagiannya lagi.. itu merupakan ladang amal yang sangat besar.

Dalam memasuki kehidupan yang baru ada warna dari masing2 pasangan untuk pasangannya.. warna itulah yang harus diakomodasi sehingga menghasilkan warna baru yang lebih indah. Tidak bisa kita memaksa tuk mengubah warna yang berbeda itu menjadi warna yang sama dengan warna yang kita miliki. Justru perbedaan itulah yang membuat segalanya menjadi lebih indah..

Memasuki awal kehidupan itu bukan hanya untuk diri kita atau pasangan hidup kita, tapi juga untuk orang-orang disekeliling kita. Bagaimana dari keluarga yang baru terbentuk itu bisa memberikan warna baru atau bahkan pencerahan bagi orang-orang. Karena dari masing2 individu terdapat kekuatan yang apabila kekuatan itu bersatu seharusnya dapat memberikan sesuatu bagi dirinya dan juga bagi orang lain.

Yaph, selamat memberi dan menerima.. semoga di kehidupan yang baru kelak akan terbentuk sosok-sosok pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya dan terlahir sosok2 yang kelak akan mewarnai dunia lebih indah juga mengantarkan dirinya dan keluarganya menuju negeri akhirat..menuju surgaNya..Aamin..

Sunday, May 20, 2007

Menjadi Diri Sendiri

Kadang kita merasa bersalah telah mengambil beberapa keputusan yang menurut kita baik. Perasaan itu muncul diantaranya karena pendapat orang-orang, baik teman-teman terdekat ataupun orang-orang lain yang mengenal kita. Entahlah.. kalo hidup bergantung pada bagaimana pendapat orang tentang kita maka kita tidak akan menemukan kemandirian dan kemantapan dalam hidup. Memang bukan berarti kita menafikan seluruh pendapat orang yang memberikan masukan pada kita, tapi kita pun harus bisa menghargai keputusan yang telah kita buat. Setiap orang punya pemikiran yang mungkin hanya dirinya sendiri yang mengerti.. dari sinilah kita harus dapat menghargai keputusan yang diambil oleh seseorang mengenai hidupnya.

Menjadi diri sendiri merupakan hal yang tidak mudah, pertama kita harus mengenal siapa dan bagaimana diri kita dan untuk apa kita hidup. Kadang seseorang tidak dapat mengenali dirinya, apalagi berfikir tentang tujuan hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan seseorang selalu gamang dalam mengambil keputusan, terutama keputusan yang berakibat besar dalam kehidupannya kemudian.

Menjadi diri sendiri bukanlah berarti tidak mempertimbangkan masukan dari lingkungannya. Lingkungan sangat berperan dalam membentuk karakter diri. Dan karena kita hidup dalam sebuah komunitas kehidupan (lingkungan), maka kita pun harus belajar dan berinteraksi dengannya. Dalam proses interaksi itu tentunya terjadi proses input-output, permasalahannya adalah kita memerlukan sebuah ’filter’ yang menjadikan kita terjaga dari input2 yang menyimpang dan juga menjaga agar kita tidak menyampaikan output yang tidak sesuai.

Menjadi diri sendiri dapat terasa mudah apabila kita sadar bagaimana jati diri seorang muslim sejati. Pertanyaannya, bagaimanakan jati diri seorang muslim sejati?

Silakan baca bukunya =D


Thursday, March 22, 2007

Liburan ke Anyer

Berhubung long week end tgl 17-19 maret kemarin, saya bersama orangtua n sepupu pergi berlibur ke Anyer. Awalnya enggan juga tuk pergi soalnya saya emang kurang terbiasa menempuh perjalanan jauh (bandung-anyer keitung jauh gak tu? :p), tapi kali ini setelah membaca tulisan seorang teman saya memutuskan untuk pergi berperjalanan. Sambil mengontak sepupu2 untuk ikut, supaya perjalanan gak boring.

Kami berangkat sekitar jam setengah dua siang dengan menggunakan mobil. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 4 jam. Saya merasa sangat nyaman di perjalanan soalnya mungkin 90% jalanan yang kami lewati adalah jalan tol yang lancar. Yaph, hal yang agak saya sebali di perjalanan adalah jalanan yang belok2, naik-turun, macet..soalnya bikin perut mual dan pusing kepala...tapi kalo dipikir2 mungkin itu emang seninya jalan2 ya..humm...

Jam setengah 6 kami tiba di tempat penginapan, namanya kalo gak salah Hotel Mambruk..(namanya riskan ya..kalo ‘m’ yang pertamanya diilangin kan kacau juga tu jadinya). Kami tinggal di cottage, n menyewa 2 kamar. Satu untuk orangtuaku n satu lagi untukku n sepupu2ku (kami bertiga). Suasana di sekeliling tempat kami menginap tu nyamaan banget..apalagi kamarku tepat berhadapan dengan pantai...duuh...senangnya..

Uhm.. saatnya melihat sunset nih... subhanallaah... indaaah banget... mungkin ini pertama kalinya saya melihat sunset langsung dari pinggir pantai..ya walo agak sedikit berawan sih waktu itu..

Saat masuk waktu maghrib kami pun masuk dan beristirahat sejenak, setelah itu kami pergi makan malam. Tempatnya berhadapan juga dengan pantai...disana saya dapat melihat bintang dengan sangat jelas, ditemani deburan ombak...humm...kayanya enggan untuk beranjak..padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.. (dah lewat jam tidur :p)

Keesokan hari, menjelang subuh terdengar rintik hujan di luar sana...humm...sampai pagi hari ternyata hujan dan angin tetap bertiup kencang..ya emang kan kalo pagi2 tu angin bertiup dari laut ke darat kan (itu angin laut atau angin darat ya namanya? Duuh lupa..pelajaran jaman smp..:p). Syukurlah sekitar jam setengah 7 cuaca membaik cerah, jadi bisa jalan-jalan pagi deh. Tiba di tepi pantai sejumlah keluarga muda sedang asik bermain bersama anak-anaknya yang masih kecil..duuuh lucunya...sepertinya cukup lama saya menikmati pemandangan itu...

Liburan di anyer memang direncanakan cuman semalam, jadi siang harinya kami check out kemudian pulang menelusuri pantai utara yang dapat terlihat jelas dari dalam mobil. Di tengah perjalanan memutar kami singgah di sebuah kedai di pinggir pantai, tempat menjual kelapa muda. Di tempat kami duduk, jarak air pantai dengan kami mungkin hanya sekitar tiga meter. Dekaat sekali. Kalo dipikir2 keindahan pantai di utara pulau Jawa ini tak kalah indahnya dengan keindahan pantai di Bali. Bahkan garis pantainya lebih panjang. Sayangnya promosi pariwisata di wilayah ini tidak sebaik Bali, ditambah lagi dengan adanya isu tsunami yang membuat banyak orang mengurungkan niat untuk sekedar berlibur ke wilayah ini. Kasihan juga orang sekitar sana, begitu kami turun beristirahat kami langsung ‘diserbu’ oleh sejumlah pedagang. ‘Serbuan’ ini mungkin karena makin sedikitnya orang yang berlibur disana, memang konon katanya semenjak awal tahun kemarin wilayah ini sepi pengunjung..kasihan..padahal bener2 indah lo tempatnya..

OK! Jadi seneng jalan-jalan ni, ada yang tau tempat yang bagus buat liburan? kalo ada yang deket2 aja dulu de ;)

De’ Rafi

Gatel pingin nulis tentang keponakanku yang lucu... :p sambil latihan nulis tuk anakku sendiri nanti ^_^

9 Juli 2006-hari ahad. Siang itu seisi rumah terlihat sibuk soalnya sang jabang bayi sepertinya akan segera lahir. Untungnya segala perbekalan sudah disiapkan jauh-jauh sehingga ketika saatnya tiba semua tinggal bergegas ke tempat bersalin. Di hari itu seluruh anggota keluarga hadir, menantikan saat-saat kelahiran yang ternyata berlangsung tidak lama, kurang lebih hanya 2 jam semenjak tiba di tempat bersalin.

Dan akhirnya seorang bayi laki-laki mungil pun lahir... semua orang tak henti-hentinya bersyukur, berucap hamdallah berkali-kali... alhamdulillah bayinya lahir dengan selamat, sehat, beratnya tepat 3 kg dan panjangnya 50cm... bagi keluargaku ia adalah cucu sekaligus cicit pertama..

Oh ya, ada satu hal yang sempat terlupakan..nama! sebenarnya gak terlupakan amat, hanya saja saat itu belum ada satupun nama yang ditetapkan untuk ade bayi.. saya sendiri sudah jauh-jauh hari diminta untuk mencarikan nama yang baik...dan akhirnya setelah melihat beberapa referensi, ditetapkanlah nama Muhammad Rafi Abdurrahman sebagai namanya. Muhammad adalah nama Rasulullah teladan kita yang artinya yang terpuji. Rafi artinya yang meninggikan, yang memuliakan. Abdurrahman artinya hamba Yang Maha Pengasih. Nama panggilannya adalah Rafi..semoga kelak ia akan menjadi hamba 4JJI yang ditinggikan derajatnya oleh 4JJI, berhati mulia dan dimuliakan 4JJI Yang Maha Penyayang...aamiin..

Tepat hari ke 7 diadakan aqiqah utk de rafi. Rambutnya digundulin, lalu diadakan pengajian di rumah, sedangkan hewan qurbannya dikelola oleh lembaga yang dipercaya. Pas digundulin adenya lagi tidur, jadinya gak susah2 amat prosesnya.

Humm..keponakanku ini makannya kuat banget..liat aja pipinya makin hari makin tembem..lucunyaa...

Di usianya yang baru beberapa hari, menerima asi dari ibu adalah suatu hal yang mesti ia dapatkan secara rutin, sekitar 2 sampe 3 jam sekali. Duh kebayang ya seorang ibu itu harus selalu berusaha terjaga sepanjang sewaktu untuk memastikan bayinya tidak kelaparan...belum lagi saat2 bayi menangis karena buang air...butuh kesabaran yang luar biasa... tentunya sang ayah harus menemani, minimal bergantian berjaga...jangan cuman tidur aja pas anaknya nangis.. ;p


Ketika rafi menginjak usia 4 bulan ia sedikit-sedikit belajar tengkurap..usahanya cukup gigih sampai akhirnya ia bisa tengurap dengan mudahnya... (punten foto yang ada yg baru abis dimandiin :p)

Pas rafi umur 6 bulan badannya sempet panas n nangis cukup lama.. saya sangat khawatir waktu itu soalnya sudah hampir 1 jam nangisnya gak berhenti juga. Sewaktu itu saya perhatikan wajah ibunya..humm...tampak wajahnya menahan rasa khawatir yang mendalam, namun ia berusaha untuk tetap tenang.. syukurlah setelah beberapa saat rafi dapat ditenangkan..saat itu kami perkirakan rafi terkena campak soalnya di kakinya terlihat banyak terdapat bentol2.. keesokan harinya rafi dibawa ke dokter, ternyata ia terkena suatu virus, bukan campak. Setelah diberi vitamin, rafi berangsur2 sehat kembali, dan bentol2 di badannya pun hilang. Alhamdulillah...

Ketegangan berikutnya muncul saat rafi berumur 8 bulan, siang hari badannya terasa panas, kami kira itu panas biasa. Namun ketika malamnya rafi tiba-tiba menggigil, nafasnya tersengal-sengal, matanya terbelalak melihat ke atas..rafi kena step. Sebagai anak bungsu saya baru pertama kali melihat kondisi bayi seperti itu, dan tentunya sangat panik, yang terlintas di benak saya adalah segera menyiapkan mobil dan pergi ke dokter. Untungnya saat itu ada mamah, dan tetangga yang sudah terbiasa mengurus bayi, dengan tenang mereka langsung membuka baju rafi, menggenggam kakinya yang dingin, kemudian mengambil air hangat untuk dikompreskan ke keningnya. Tak lama kemudian tangisannya terdengar keras, kami semua bersyukur karena artinya masa-masa stepnya telah terlewati..alhamdulillah... setelah itu orang rumah bergantian berjaga, karena khawatir akan step lagi. Hari itu benar-benar pengalaman yang mendebarkan bagi saya, membayangkan kalau-kalau terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Ini pelajaran berharga juga bagi saya, setidaknya ketika mendapati anak yang step saya tidak akan terlalu panik dan dapat mengatasinya dengan tenang.

Beberapa hari kemudian kesehatannya pulih, dan rafi kembali ceria. Walau sekarang ia menjadi agak manja sama ibunya...ya wajarlah, baru sembuh jadi sangat butuh perlindungan dari sang ibu.

Sekarang usianya hampir 9 bulan..ingin rasanya segera lihat rafi bisa berjalan dan berlari.... ^_^

Wednesday, February 14, 2007

Learning

Kalo inget kata learning, pikiran tuh kadang langsung inget sama judul TA ku yang sejak November kemarin kulupakan (maaph ya Pa Husni (dosen pembimbingku-red)) :p ya, sejak wisuda saya terlepas dari yang namanya kehidupan kampus, walaupun tidak bener2 lepas karena masih ada kegiatan asistensi mata kuliah yang masih kulakukan.

Uhm, learning.. kalo diingat-ingat kegiatan belajar formalku dimulai di tahun ’88, saat itu aku dah masuk TK nol kecil dengan usia sekitar 3 tahun. Aku termasuk murid yang cukup cerdas karena pada saat itu aku sudah dapat membaca dan menulis, walopun masi aga2 balelol (gak lancar *sunda-red). Kegiatan belajar di TK cukup membuatku terkesan, terutama saat aku mengikuti pagelaran kesenian yang diikuti oleh sejumlah TK di semarang (saat itu aku masi tinggal di semarang). Saya masih ingat saat itu TK kami menyumbangkan sebuah lagu dan tarian “topi saya bundar”..lucuu..sekali…

Saya bersekolah di TK selama 2 tahun. Setelah itu saya sangat ingin langsung bersekolah di SD. Duuh…kayanya seneeeng deh kalo dah bisa pake seragam SD. Tapi sayangnya ketika itu SD di daerah saya tidak menerima siswa di berusia dibawah 6 tahun. Seperti diketahui, saat itu usia saya baru 5 tahun.. begitu saya mengetahui bahwa saya tidak diterima di SD, kontan saya sangat kecewa (hebat ya kecil2 dah bisa kecewa2an :p).. saya menangis dan berlari dari sekolah ke rumah..sampe mungkin saya pingsan..soalnya saat saya sadar saya dah ada di rumah, terbaring di kursi..gak nyadar gitu lo.

Melihat kekecewaan saya, orangtua saya langsung menghadap kepala sekolah. Saat itu kepala sekolah beralasan bahwa selain saya masih di bawah umur, jumlah kursi yang tersedia di kelas 1 itu kurang. Terinspirasi oleh hal itu orang tua saya langsung membeli kursi dan meja khusus agar saya bisa bersekolah….dan akhirnya kepala sekolah itu pun luluh..hurray!! akhirnya bisa sekolah juga ^_^ sontak kegembiraan membuncah dalam hatiku…

Belajar di SD ternyata sangat menyenangkan, terutama dalam hal bisa bermain dan jajan… duh dasar anak2! Kalo saatnya pelajaran olahraga, kami diajak berjalan ke bukit di dekat sekolah, maklumlah waktu itu aku tinggal di daerah yang jauh dari kota..mau ke sekolah aja ngelewatin sebuah jurang dan juga kandang sapi n angsa…pokoknya seneng lah kalo inget masa2 SD di kampong…pagi2 mampir minum susu di peternakan sapi, sore2 lari2 dikejar angsa…

Akhir caturwulan 1 tiba saatnya ku dibagi rapot, n hasilnya lumayanlah.. secara aku siswa terkecil tp aku bisa masuk 3 besar J tentu saja ini membuat gembira orangtuaku karna pengorbanan mereka beli kursi n meja khusus buatku tidak sia-sia..he..he…

Setelah satu caturwulan itu, Papap ternyata dipindahtugaskan ke Bandung… uhmmm… semuanya jadi ikut pindah juga…sedih..soalnya aku sudah sangat senang tinggal di semarang..tapi tak apalah mungkin di bandung aku bisa dapet temen n sekolah yang lebih baik lagi ;)

Btw, tau gak secara kedua orangtuaku asli Bandung, tp waktu itu aku logatnya jawa banget, medok gitu deh..maklumlah mulai belajar bicara kan di tanah jawa jadinya ya..keikutan juga..

Kehidupanku di bandung emang beda banget dengan di semarang, soale d bandung aku tinggal agak2 dekat kota gitu, ke sekolah aja musti naek jemputan..jarak sekolah-rumah emang jauh pisan disbanding waktu di semarang dulu. Trus yang gak kalah kagetnya, temen2nya pinter2..pas caturwulan dua aku langsung melorot ke sepuluh besar…ya..gapapalah..anggap aja adaptasi..

Kegiatan belajarku selanjutnya aku habiskan di bandung…SD-SMP-SMA-Kuliah…. Uhmm…enak si gak musti pindah-pindah..tapi ya mbok ya ada perubahan gitu.. angkot SMP-SMA-Kuliah aja gak ganti-ganti.. dari rumah naik ke arah kebon kalapa, dari kalapa naek dago..trus nyampe deh... bosen si, tapi ya dinikmati ajah :D

Begitulah..kegiatan belajar formal telah kuhabiskan selama 18 tahun…uhmm..bukan waktu yang sebentar… so, what’s the next?

Tuesday, February 13, 2007

Ceritaku..

Uhm..disadari atau tidak, wanita terkadang memiliki masa-masa sensitif dimana emosinya seakan tak terkontrol, perasaan cemas atau gelisah selalu menyelimuti, selalu terlihat murung, cepat marah, mudah tersinggung, mudah panik, hingga keadaan sedih yang seakan tak terbendung, dan pada akhirnya menangis….

Hal itu sempat kualami, dan rasanya…..hmm..bener-bener sangat tersiksa.. entahlah..pada saat itu sulit sekali berpikiran jernih, memandang hal-hal kecil menjadi persoalan besar.. sehingga sangat mudah marah dan menangis…tapi mungkin hanya diriku sendiri yang menyadari kemarahan dan tangisku itu… eh, plus orang-orang yg kuanggap jadi penyebab kemarahan dan tangisku, piis :p sabar aja ya...ini gak berlangsung lama koq ;)

Tapi hal ini benar-benar jadi peringatan yang keras buatku… saat aku begitu kecewa pada seseorang aku menyadari ternyata aku ini sedang melakukan perbuatan yang sangat tercela, tanpa kusadari aku telah menyekutukan 4JJI…karena aku berharap pada manusia..berharap pada makhluk 4JJI yang jelas-jelas sangat tidak sempurna…penuh dengan ketidakberdayaan..

Ketika kutumpahkan segala kekecewaan dan penyesalanku pada 4JJI akhirnya ku dapat kembali berpikiran jernih… karena ketika itu aku merasa begitu dekat dengan 4JJI, aku merasa semua persoalan adalah ujian dari 4JJI buatku…ujian yang jika ku dapat menghadapinya dengan baik maka 4JJI akan memberikan tempat yang lebih baik disisi-Nya…

Mengingat hal itu hatiku menjadi sangat tenang…duuh..betapa indahnya hidup ini jika selalu dekat dengan Sang Maha Pencipta…

Ya 4JJI…izinkanlah aku masuk ke syurgaMu sehingga ku dapat bertemu dan dekat dengan-Mu…